DIABETES MELLITUS
(Suatu Kajian Teoretis)
ARTIKEL
Diajukan untuk Memenuhi Tugas Bahasa
Indonesia
Semester I
Disusun oleh Septiana Sari Kusumawaty
NIM 11DP277031
Kelas 1A
PRODI D-III KEPERAWATAN
STIKES
MUHAMMADIYAH CIAMIS
JL.K.H.
AHMAD DAHLAN NO. 20 TELP. FAX (0265) 773052 CIAMIS
2011-2012
Abstrak
Diabetes
Mellitus (DM) adalah sekelompok gangguan metabolik kronis yang ditandai dengan
gula darah tinggi karena tubuh tidak memproduksi insulin yang cukup atau
kekurangan insulin. Insulin berfungsi untuk mengontrol jumlah gula dalam darah
dan dibutuhkan untuk mengubah gula dan untuk memproses karbohidrat, lemak, dan
protein menjadi energi. Diabetes merupakan penyakit yang memiliki komplikasi
yang paling banyak,karena kadar gula darah yang tinggi secara terus menerus
dapat menyebabkan rusaknya pembuluh darah, saraf dan organ tubuh lainnya.
Diabetes tipe 1 biasanya didiagnosis pada masa kanak-kanak, remaja, atau dewasa
awal. Diabetes tipe 2 terjadi dimana hormon insulin dalam tubuh tidak dapat
berfungsi dengan semestinya. Penderita dianjurkan menjalani pengobatan maupun
terapi insulin, selain itu berolahraga secukupnya serta melakukan pengontrolan
menu makanan (diet).
Pendahuluan
Saat ini ancaman diabetes mellitus terus
membayangi kehidupan masyarakat. Sekitar 12%–20% penduduk dunia diperkirakan
mengidap penyakit ini dan setiap 10 detik di dunia orang meninggal akibat
komplikasi yang ditimbulkan. Komplikasi penyakit ini terjadi pada semua organ
dalam tubuh yang dialiri pembuluh darah kecil maupun besar dengan penyebab
kematiannya itu 50% akibat penyakit jantung koroner dan 30% akibat gagal
ginjal. Selain kematian, DM juga menyebabkan kecacatan. Sebanyak 30% penderita
DM mengalami kebutaan akibat komplikasi retinopati dan 10% harus menjalani
amputasi tungkai kaki. Bahkan DM membunuh lebih banyak dibandingkan dengan
HIV/AIDS.
Penyakit Diabetes Mellitus (DM) yang juga dikenal
sebagai penyakit kencing manis atau penyakit gula darah adalah golongan
penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula dalam darah sebagai
akibat adanya gangguan sistem metabolisme dalam tubuh, sehingga dapat mempengaruhi kerja sistem lain dan
dapat menimbulkan komplikasi.
Mereka yang memiliki risiko tinggi terkena
diabetes adalah yang memiliki riwayat keluarga mengidap diabetes mellitus,
memasuki usia di atas 40 tahun, kegemukan, tekanan darah tinggi, selain tentu
saja pola makan yang salah.
Jadi, apakah diabetes mellitus itu? Siapa saja
yang dapat terserang penyakit ini? Tanda dan gejala apa sajakah yang dialami
oleh penderitanya? Dan bagaimanakah cara mengatasi penyakit ini?
Artikel ini dibuat untuk memperkenalkan salah satu
penyakit yang berhubungan dengan sistem metabolisme yang berbahaya bagi tubuh
karena mengundang penyakit lain (komplikasi), mencegah jatuhnya penderita
diabetes mellitus lebih banyak lagi, dan memberi pengetahuan kepada pembaca
agar mampu mengatasi penyakit ini dengan baik, sehingga kesehatan penderita
menjadi meningkat, dan resiko masyarakat terjangkit diabetes mellitus pun menjadi
berkurang.
1.
Pengertian Diabetes Mellitus
Diabetes mellitus merupakan sekelompok kelainan heterogen yang ditandai
oleh kenaikan kadar glukosa dalam darah atau hiperglikemia. (Brunner dan
Suddarth, 2002).Diabetes Melllitus adalah suatu kumpulan gejala yang timbul
pada seseorang yang disebabkan karena adanya peningkatan kadar gula (glukosa) dalam
darah akibat kekurangan insulin baik absolut maupun relatif (Arjatmo, 2002).
Umumnya, penderita diabetes mellitus mengetahui
dirinya mengidap diabetes mellitus setelah terjadi komplikasi. Hal ini
diungkapkan oleh Prof.DR.Dr. Sidartawan Soegondo, SpPD,KEMD,FACE di kantornya
di Bagian Metabolik dan Endokrin, FKUI/RSCM. Menurut beliau diabetes mellitus
itu seperti rayap, bekerja diam-diam merusak organ di dalam tubuh. Diabetes mellitus
sering disebut sebagai “The Silent Killer”. “Namun, sebenarnya komplikasinya
yang mematikan, bukan diabetesnya,” jelas Prof. Sidartawan. Gejala diabetes mellitus pun tidak menakutkan, seperti banyak
makan (polifagi), banyak minum (polidipsi), dan kencing lancar (poliuri).
Menurut Prof. Sidartawan, dengan gejala seperti itu orang tidak pergi ke
dokter. Sebaliknya jika tidak mau makan dan susah kencing, baru orang pergi ke
dokter.
Diabetes mellitus bukan satu penyakit tetapi
beberapa penyakit yang memiliki gejala kadar gulanya naik. Bisa disebabkan
karena pankreasnya rusak (tipe 1), sekresi insulin menjadi berkurang (tipe 2),
obat-obatan yang mengakibatkan pankreasnya rusak dan diabetes yang terjadi pada
wanita hamil (gestational).
2.
Pembahasan
Diabetes Mellitus (DM) adalah sekelompok gangguan
metabolik kronis yang ditandai dengan gula darah tinggi (glukosa) karena tubuh
tidak memproduksi insulin yang cukup atau kekurangan insulin. Insulin adalah
hormon peptida yang diproduksi oleh pankreas, yang berfungsi untuk mengontrol
jumlah gula dalam darah dan dibutuhkan untuk mengubah gula dan untuk memproses
karbohidrat, lemak, dan protein menjadi energi. Insulin menurunkan kadar
glukosa darah. Diabetes merupakan penyakit yang memiliki komplikasi
(menyebabkan terjadinya penyakit lain) yang paling banyak. Hal ini berkaitan
dengan kadar gula darah yang tinggi secara terus menerus dapat menimbulkan
kerusakan pada pembuluh darah, saraf dan organ tubuh lainnya.
Penderita diabetes mellitus bisa mengalami berbagai
komplikasi jangka panjang jika diabetesnya tidak dikelola dengan baik.
Komplikasi yang lebih sering terjadi dan mematikan adalah serangan jantung dan
stroke. Selain itu komplikasi lain yang mungkin terjadi adalah kerusakan pada
pembuluh darah di retina mata (retinopati diabetikum) yang bisa menyebabkan
gangguan penglihatan, kelainan pada fungsi ginjal yang bisa menyebabkan gagal
ginjal sehingga penderita harus menjalani cuci darah (hemodialisa) dan
kerusakan pada saraf yang menyebabkan kulit lebih sering mengalami cedera.
Selain itu luka/infeksi pada penderita diabetes biasanya berjalan lambat
penyembuhannya karena kadar gula yang tinggi dalam darah menyebabkan bakteri
dapat tumbuh dengan subur, akibatnya pada beberapa kasus terkadang amputasi
mejadi salah satu pilihan untuk menghentikan penyebaran infeksi.
Ada 3 tipe penderita diabetes mellitus
diantaranya:
a. Diabetes Mellitus Tipe 1
Diabetes tipe 1 biasanya didiagnosis pada masa
kanak-kanak, remaja, atau dewasa awal. Seorang pasien yang telah menderita
diabetes sejak kecil, yang selalu bergantung pada insulin, atau yang memiliki
sejarah diabetic ketoacidosis (DKA) hampir pasti memiliki diabetes tipe 1.
Bentuk diabetes mellitus tipe 1 disebut diabetes laten autoimun orang dewasa
(LADA). Biasanya terserang saat usia di bawah 30 tahun.
Diabetes mellitus tipe 1 saat ini hanya dapat
diobati dengan terapi insulin dan pengobatan ini harus berlangsung terus
menerus. Riwayat keluarga, diet, dan faktor lingkungan adalah faktor risiko
untuk diabetes tipe 1. Orang-orang yang telah didiagnosis sebagai diabetes tipe
1, mereka perlu melakukan pemantauan
yang cermat akan kadar glukosa darah menggunakan monitor pengujian darah.
Terutama Anak-anak yang telah dehidrasi yang signifikan, muntah terus-menerus,
penyakit kambuhan yang serius, memerlukan manajemen rawat inap dan rehidrasi
intravena.
b.
Diabetes
Mellitus Tipe 2
Diabetes tipe 2 adalah dimana hormon insulin dalam
tubuh tidak dapat berfungsi dengan semestinya, dikenal dengan istilah
Non-Insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM). Hal ini dikarenakan berbagai
kemungkinan seperti kecacatan dalam produksi insulin, resistensi terhadap
insulin atau berkurangnya sensitifitas (respon) sel dan jaringan tubuh terhadap
insulin yang ditandai dengan meningkatnya kadar insulin di dalam darah.
Ada beberapa teori yang mengutarakan sebab
terjadinya resistensi terhadap insulin, diantaranya faktor kegemukan
(obesitas). Pada penderita diabetes tipe 2, pengontrolan kadar gula darah dapat
dilakukan dengan beberapa tindakan seperti diet, penurunan berat badan, dan
pemberian tablet diabetik. Apabila dengan pemberian tablet belum maksimal
respon penanganan level gula dalam darah, maka obat suntik mulai
dipertimbangkan untuk diberikan.
Adapun tanda dan gejala penderita diabetes mellitus,
yaitu :
·
jumlah
urine yang dikeluarkan lebih banyak (Polyuria),
·
sering
atau cepat merasa haus/dahaga (Polydipsia),
·
lapar
yang berlebihan atau makan banyak (Polyphagia),
·
frekuensi
urine meningkat/kencing terus (Glycosuria),
·
kehilangan
berat badan yang tidak jelas sebabnya,
·
kesemutan/mati
rasa pada ujung syaraf ditelapak tangan & kaki,
·
cepat
lelah dan lemah setiap waktu,
·
mengalami
rabun penglihatan secara tiba-tiba,
·
apabila
luka/tergores (korengan) lambat penyembuhannya,
·
mudah
terkena infeksi terutama pada kulit.
Pengobatan dan penanganan
penyakit diabetes mellitus ini ialah pada penderita diabetes tipe 1, umumnya
menjalani pengobatan terapi insulin (Lantus/Levemir, Humalog, Novolog atau
Apidra) yang berkesinambungan, selain itu adalah dengan berolahraga secukupnya
serta melakukan pengontrolan menu makanan (diet). Sedangkan pada penderita
diabetes mellitus tipe 2, penatalaksanaan pengobatan dan penanganan difokuskan
pada gaya hidup dan aktivitas fisik. Pengontrolan nilai kadar gula dalam darah
adalah menjadi kunci program pengobatan, yaitu dengan mengurangi berat badan,
diet, dan berolahraga. Jika hal ini tidak mencapai hasil yang diharapkan, maka
pemberian obat tablet akan diperlukan. Bahkan pemberian suntikan insulin turut
diperlukan bila tablet tidak mengatasi pengontrolan kadar gula darah.
Jadi, diabetes mellitus
merupakan peyakit yang berbahaya karena dapat menyebabkan komplikasi jangka panjang
pada penderitanya. Diabetes mellitus disebabkan karena tubuh tidak mampu
memproduksi hormon insulin sesuai kebutuhan, sehingga fungsi insulin di dalam
mengontrol kadar gula dalam darah tidak maksimal karena jumlah hormon insulin
yang sangat sedikit. Penderita diabetes mellitus memiliki banyak tanda dan
gejala yang berbeda-beda. Biasanya penderita mengetahui dirinya menderita
penyakit tersebut saat mereka sudah mengalami komplikasi.
Oleh
karena itu, saya berharap agar pembaca
dapat mengetahui bahaya penyakit diabetes mellitus,dan khususnya kepada para
penderita diabetes mellitus agar mampu menjaga pola makan yang baik sehingga
dapat meningkatkan kesehatannya.
DAFTAR PUSTAKA
Riwayat Penulis
Penulis dilahirkan di Ciamis pada tanggal 14
September 1992 dari pasangan suami istri yang bernama Ato Warsito dan Sahwi.
Penulis merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Tahun 2011 Penulis lulus
dari SMA Negeri 1 Banjarsari, kemudian pada tahun yang sama juga Penulis lulus
seleks masuk ke perguruan tinggi yaitu di STIKes Muhammadiyah Ciamis. Penulis
memilih Progaram Studi DIII Keparawatan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar