Minggu, 15 Januari 2012

Abstrak

Abstrak/abstraksi adalah :
  • kumpulan intisari tulisan/karangan
  • bagian uraian yg sangat singkat dari karangan, tulisan dan laporan
  • singkatan/ kependekan/ deskripsi singkat tulisan/ karangan
secara luas " penyajian yg singkat dan teliti mengenai suatu dokumen atau karangan dengan tidak ditambahkan kritik, interpretasi, atau penafsiran ciri-ciri penulis abstrak".


Langkah-langkah menuis abstrak :
  1. deskripsikan bagian pendahuluan yang memuat pernyataan, latar belakang penelitian, masalah penelitian dan tujuan penelitian.
  2. deskripsikan bagian isi, khususnya tentang pernyataan hasil penelitian beserta pemecahan masalah, sekaligus hasil pembahasannya.
  3. deskripsikan simpulan tentang pernyataan, interpretasi atau penafsiran dan hasil evaluasi penelitian
Istilah lain dari abstrak biasa disebut resume/kependekan, ikhtisar, dan sinopsis.


Manfaat abstrak :
  • menghemat waktu membaca dokume,naskah, laporan hasil penelitian aslinya.
  • menyingkat jumlah bacaan yang daat dibaca dalam waktu yng singkat/ sama.
  • mempermudah seleksi bacaan khususnya isis suatu karangan laporan.
  • membantu pembuatan dan pencarian literatus/ kepustakaan.
Tujuan membuat abstrak :
  • meneragkan kepada pembaca tentang bagian-bagian aspek-aspek terpenting sebuah laporan/ karya ilmiah.
  • untuk menyampaikan/memasarkan informasi suatu masalah khusus kepada para pembaca.
  • supaya pembaca lebih cepat memahami/mengetahui degan cermat isi seluruh laporan/ tulisan.
  • meneskripsikan karangan asli dalam bentuk yang lebih singkat.
Karakteristik abstrak :
  • hanya memuat bagian-bagian/aspek-aspek terpenting yang diperlukan dalam laporan/tulisan.
  • hanya mengandung satu topik persoalan/tujuan.
  • posisinya ditempatkan pada awal sebuah laporan dan berdiri sendiri.
  • kedudukannya merupakan bagian terpenting sebelum laporan aslinya.
  • bentuknya paling singkat.

sumber Dosen Mapel B.Indonesia.

artikel diabetes mellitus


DIABETES MELLITUS
(Suatu Kajian Teoretis)
ARTIKEL
Diajukan untuk Memenuhi Tugas Bahasa Indonesia
Semester I



Disusun oleh Septiana Sari Kusumawaty         
NIM 11DP277031
Kelas 1A

PRODI D-III KEPERAWATAN

STIKES MUHAMMADIYAH CIAMIS
JL.K.H. AHMAD DAHLAN NO. 20 TELP. FAX (0265) 773052 CIAMIS
2011-2012
Abstrak
            Diabetes Mellitus (DM) adalah sekelompok gangguan metabolik kronis yang ditandai dengan gula darah tinggi karena tubuh tidak memproduksi insulin yang cukup atau kekurangan insulin. Insulin berfungsi untuk mengontrol jumlah gula dalam darah dan dibutuhkan untuk mengubah gula dan untuk memproses karbohidrat, lemak, dan protein menjadi energi. Diabetes merupakan penyakit yang memiliki komplikasi yang paling banyak,karena kadar gula darah yang tinggi secara terus menerus dapat menyebabkan rusaknya pembuluh darah, saraf dan organ tubuh lainnya. Diabetes tipe 1 biasanya didiagnosis pada masa kanak-kanak, remaja, atau dewasa awal. Diabetes tipe 2 terjadi dimana hormon insulin dalam tubuh tidak dapat berfungsi dengan semestinya. Penderita dianjurkan menjalani pengobatan maupun terapi insulin, selain itu berolahraga secukupnya serta melakukan pengontrolan menu makanan (diet).

Pendahuluan

Saat ini ancaman diabetes mellitus terus membayangi kehidupan masyarakat. Sekitar 12%–20% penduduk dunia diperkirakan mengidap penyakit ini dan setiap 10 detik di dunia orang meninggal akibat komplikasi yang ditimbulkan. Komplikasi penyakit ini terjadi pada semua organ dalam tubuh yang dialiri pembuluh darah kecil maupun besar dengan penyebab kematiannya itu 50% akibat penyakit jantung koroner dan 30% akibat gagal ginjal. Selain kematian, DM juga menyebabkan kecacatan. Sebanyak 30% penderita DM mengalami kebutaan akibat komplikasi retinopati dan 10% harus menjalani amputasi tungkai kaki. Bahkan DM membunuh lebih banyak dibandingkan dengan HIV/AIDS.
Penyakit Diabetes Mellitus (DM) yang juga dikenal sebagai penyakit kencing manis atau penyakit gula darah adalah golongan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula dalam darah sebagai akibat adanya gangguan sistem metabolisme dalam tubuh, sehingga  dapat mempengaruhi kerja sistem lain dan dapat menimbulkan komplikasi.
Mereka yang memiliki risiko tinggi terkena diabetes adalah yang memiliki riwayat keluarga mengidap diabetes mellitus, memasuki usia di atas 40 tahun, kegemukan, tekanan darah tinggi, selain tentu saja pola makan yang salah.
Jadi, apakah diabetes mellitus itu? Siapa saja yang dapat terserang penyakit ini? Tanda dan gejala apa sajakah yang dialami oleh penderitanya? Dan bagaimanakah cara mengatasi penyakit ini?
Artikel ini dibuat untuk memperkenalkan salah satu penyakit yang berhubungan dengan sistem metabolisme yang berbahaya bagi tubuh karena mengundang penyakit lain (komplikasi), mencegah jatuhnya penderita diabetes mellitus lebih banyak lagi, dan memberi pengetahuan kepada pembaca agar mampu mengatasi penyakit ini dengan baik, sehingga kesehatan penderita menjadi meningkat, dan resiko masyarakat terjangkit diabetes mellitus pun menjadi berkurang.

1.        Pengertian Diabetes Mellitus

Diabetes mellitus merupakan sekelompok kelainan heterogen yang ditandai oleh kenaikan kadar glukosa dalam darah atau hiperglikemia. (Brunner dan Suddarth, 2002).Diabetes Melllitus adalah suatu kumpulan gejala yang timbul pada seseorang yang disebabkan karena adanya peningkatan kadar gula (glukosa) dalam darah akibat kekurangan insulin baik absolut maupun relatif (Arjatmo, 2002).
Umumnya, penderita diabetes mellitus mengetahui dirinya mengidap diabetes mellitus setelah terjadi komplikasi. Hal ini diungkapkan oleh Prof.DR.Dr. Sidartawan Soegondo, SpPD,KEMD,FACE di kantornya di Bagian Metabolik dan Endokrin, FKUI/RSCM. Menurut beliau diabetes mellitus itu seperti rayap, bekerja diam-diam merusak organ di dalam tubuh. Diabetes mellitus sering disebut sebagai “The Silent Killer”. “Namun, sebenarnya komplikasinya yang mematikan, bukan diabetesnya,” jelas Prof. Sidartawan. Gejala diabetes  mellitus pun tidak menakutkan, seperti banyak makan (polifagi), banyak minum (polidipsi), dan kencing lancar (poliuri). Menurut Prof. Sidartawan, dengan gejala seperti itu orang tidak pergi ke dokter. Sebaliknya jika tidak mau makan dan susah kencing, baru orang pergi ke dokter.
Diabetes mellitus bukan satu penyakit tetapi beberapa penyakit yang memiliki gejala kadar gulanya naik. Bisa disebabkan karena pankreasnya rusak (tipe 1), sekresi insulin menjadi berkurang (tipe 2), obat-obatan yang mengakibatkan pankreasnya rusak dan diabetes yang terjadi pada wanita hamil (gestational).


2.        Pembahasan

Diabetes Mellitus (DM) adalah sekelompok gangguan metabolik kronis yang ditandai dengan gula darah tinggi (glukosa) karena tubuh tidak memproduksi insulin yang cukup atau kekurangan insulin. Insulin adalah hormon peptida yang diproduksi oleh pankreas, yang berfungsi untuk mengontrol jumlah gula dalam darah dan dibutuhkan untuk mengubah gula dan untuk memproses karbohidrat, lemak, dan protein menjadi energi. Insulin menurunkan kadar glukosa darah. Diabetes merupakan penyakit yang memiliki komplikasi (menyebabkan terjadinya penyakit lain) yang paling banyak. Hal ini berkaitan dengan kadar gula darah yang tinggi secara terus menerus dapat menimbulkan kerusakan pada pembuluh darah, saraf dan organ tubuh lainnya.
Penderita diabetes mellitus bisa mengalami berbagai komplikasi jangka panjang jika diabetesnya tidak dikelola dengan baik. Komplikasi yang lebih sering terjadi dan mematikan adalah serangan jantung dan stroke. Selain itu komplikasi lain yang mungkin terjadi adalah kerusakan pada pembuluh darah di retina mata (retinopati diabetikum) yang bisa menyebabkan gangguan penglihatan, kelainan pada fungsi ginjal yang bisa menyebabkan gagal ginjal sehingga penderita harus menjalani cuci darah (hemodialisa) dan kerusakan pada saraf yang menyebabkan kulit lebih sering mengalami cedera. Selain itu luka/infeksi pada penderita diabetes biasanya berjalan lambat penyembuhannya karena kadar gula yang tinggi dalam darah menyebabkan bakteri dapat tumbuh dengan subur, akibatnya pada beberapa kasus terkadang amputasi mejadi salah satu pilihan untuk menghentikan penyebaran infeksi.
Ada 3 tipe penderita diabetes mellitus diantaranya:
a.       Diabetes Mellitus Tipe 1
Diabetes tipe 1 biasanya didiagnosis pada masa kanak-kanak, remaja, atau dewasa awal. Seorang pasien yang telah menderita diabetes sejak kecil, yang selalu bergantung pada insulin, atau yang memiliki sejarah diabetic ketoacidosis (DKA) hampir pasti memiliki diabetes tipe 1. Bentuk diabetes mellitus tipe 1 disebut diabetes laten autoimun orang dewasa (LADA). Biasanya terserang saat usia di bawah 30 tahun.
Diabetes mellitus tipe 1 saat ini hanya dapat diobati dengan terapi insulin dan pengobatan ini harus berlangsung terus menerus. Riwayat keluarga, diet, dan faktor lingkungan adalah faktor risiko untuk diabetes tipe 1. Orang-orang yang telah didiagnosis sebagai diabetes tipe 1, mereka perlu melakukan  pemantauan yang cermat akan kadar glukosa darah menggunakan monitor pengujian darah. Terutama Anak-anak yang telah dehidrasi yang signifikan, muntah terus-menerus, penyakit kambuhan yang serius, memerlukan manajemen rawat inap dan rehidrasi intravena.
b.        Diabetes Mellitus Tipe 2
Diabetes tipe 2 adalah dimana hormon insulin dalam tubuh tidak dapat berfungsi dengan semestinya, dikenal dengan istilah Non-Insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM). Hal ini dikarenakan berbagai kemungkinan seperti kecacatan dalam produksi insulin, resistensi terhadap insulin atau berkurangnya sensitifitas (respon) sel dan jaringan tubuh terhadap insulin yang ditandai dengan meningkatnya kadar insulin di dalam darah.
Ada beberapa teori yang mengutarakan sebab terjadinya resistensi terhadap insulin, diantaranya faktor kegemukan (obesitas). Pada penderita diabetes tipe 2, pengontrolan kadar gula darah dapat dilakukan dengan beberapa tindakan seperti diet, penurunan berat badan, dan pemberian tablet diabetik. Apabila dengan pemberian tablet belum maksimal respon penanganan level gula dalam darah, maka obat suntik mulai dipertimbangkan untuk diberikan.
Adapun tanda dan gejala penderita diabetes mellitus, yaitu :
·         jumlah urine yang dikeluarkan lebih banyak (Polyuria),
·         sering atau cepat merasa haus/dahaga (Polydipsia),
·         lapar yang berlebihan atau makan banyak (Polyphagia),
·         frekuensi urine meningkat/kencing terus (Glycosuria),
·         kehilangan berat badan yang tidak jelas sebabnya,
·         kesemutan/mati rasa pada ujung syaraf ditelapak tangan & kaki,
·         cepat lelah dan lemah setiap waktu,
·         mengalami rabun penglihatan secara tiba-tiba,
·         apabila luka/tergores (korengan) lambat penyembuhannya,
·         mudah terkena infeksi terutama pada kulit.
Pengobatan dan penanganan penyakit diabetes mellitus ini ialah pada penderita diabetes tipe 1, umumnya menjalani pengobatan terapi insulin (Lantus/Levemir, Humalog, Novolog atau Apidra) yang berkesinambungan, selain itu adalah dengan berolahraga secukupnya serta melakukan pengontrolan menu makanan (diet). Sedangkan pada penderita diabetes mellitus tipe 2, penatalaksanaan pengobatan dan penanganan difokuskan pada gaya hidup dan aktivitas fisik. Pengontrolan nilai kadar gula dalam darah adalah menjadi kunci program pengobatan, yaitu dengan mengurangi berat badan, diet, dan berolahraga. Jika hal ini tidak mencapai hasil yang diharapkan, maka pemberian obat tablet akan diperlukan. Bahkan pemberian suntikan insulin turut diperlukan bila tablet tidak mengatasi pengontrolan kadar gula darah.
Jadi, diabetes mellitus merupakan peyakit yang berbahaya karena dapat menyebabkan komplikasi jangka panjang pada penderitanya. Diabetes mellitus disebabkan karena tubuh tidak mampu memproduksi hormon insulin sesuai kebutuhan, sehingga fungsi insulin di dalam mengontrol kadar gula dalam darah tidak maksimal karena jumlah hormon insulin yang sangat sedikit. Penderita diabetes mellitus memiliki banyak tanda dan gejala yang berbeda-beda. Biasanya penderita mengetahui dirinya menderita penyakit tersebut saat mereka sudah mengalami komplikasi.
            Oleh  karena itu, saya berharap agar pembaca dapat mengetahui bahaya penyakit diabetes mellitus,dan khususnya kepada para penderita diabetes mellitus agar mampu menjaga pola makan yang baik sehingga dapat meningkatkan kesehatannya.


















DAFTAR PUSTAKA

























Riwayat Penulis

Penulis dilahirkan di Ciamis pada tanggal 14 September 1992 dari pasangan suami istri yang bernama Ato Warsito dan Sahwi. Penulis merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Tahun 2011 Penulis lulus dari SMA Negeri 1 Banjarsari, kemudian pada tahun yang sama juga Penulis lulus seleks masuk ke perguruan tinggi yaitu di STIKes Muhammadiyah Ciamis. Penulis memilih Progaram Studi DIII Keparawatan.